Ribuan Bayi Belum Berakta Di Kabupaten Magelang

SAWITAN – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Magelang, melaksanakan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan baik. ’’Intinya meningkatkan kewajiban masyarakat, khususnya orangtua, agar mau mengurus akta kelahiran anaknya,’’ kata Drs H Edy Susanto, Plt kepala dinas itu, kemarin.

Dia mengakui, kesadaran sebagian masyarakat Kabupaten Magelang mengurus akta kelahiran anak-anaknya, tergolong masih rendah. Menurutnya, dari 102.514 bayi yang lahir selama periode 2003-2008, baru ada 41.272 (40,26%) yang sudah memiliki akta kelahiran. Artinya, ada 61.242 anak (59,74%) belum memilki akta kelahiran.

Edy menduga, ada beberapa faktor yang melatarbelakangi kenyataan tersebut. Antara lain, kurangnya kesadaran warga, akan begitu pentingnya dokumen kelahiran anak. Kemungkinan lain, akses warga untuk mengurus akta kelahiran terlalu jauh. ’’Tetapi ada pula yang malu untuk mendaftarkan. Terutama bagi anak yang lahir tanpa orang tua lengkap,’’ ujarnya.

Untuk itu, menurut Edy, tahun ini pihaknya mematok target, semua anak di Kabupaten Magelang memiliki akta kelahiran. Anggaran Rp 126 juta dari APBD perubahan 2010 akan dioptimalkan. ’’Kami akan terus mendorong dan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya akta kelahiran bagi anak-anak mereka,’’ tandasnya.

Terkait itu pula, kata Edy, Disdukcapil akan menggandeng instansi lain seperti sekolah, puskemas, dan rumah sakit umum (RSU). ’’Kami akan keliling sekolah dan minta data anak-anak yang belum berakta. Di Puskesmas atau rumah sakit, kami akan mendata dan membuatkan akta pada bayi yang lahir di sana,’’ katanya.

Ke depan, Edy berharap, masyarakat mau bersikap kooperatif terhadap pengurusan akta kelahiran anak. Disdukcapil akan memberikan layanan sama kepada seluruh anak tanpa terkecuali. Termasuk anak yang lahir tanpa ayah, akan dibuatkan akta. Pendek kata, tandas Edy, kepengurusan akta kelahiran akan dipermudah.

Menurut Dra Nur Cahyo Hidayati, anggota DPRD Kabupaten Magelang, kinerja Disdukcapil akan lebih efektif jika bekerjasama dengan pemerintah desa. Alasannya, di sana akan lebih mudah mendata anak-anak yang belum memiliki akta kelahiran. ’’Kami juga berharap, masyarakat juga bersikap proaktif membantu mensukseskan program ini,’’ katanya. TB-die

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: