Misteri Stupa Borobudur Menjepit Kepala Manusia

BOROBUDUR – Sejak kemasukan kepala manusia dan terjepit di dalamnya, salah satu stupa di Candi Borobudur menjadi primadona untuk dikunjungi. Pengunjung penasaran ingin mengetahui misteri apa di dalam stupa itu yang membuat kepala manusia bisa masuk dan terjepit di dalamnya.

“Ingin tahu aja, karena ramai banget dibicarakan orang,” kata Renggo, Senin (28/6/2010), seorang pengunjung Candi Borobudur yang dating Rawamangun, Jakarta. Ia sangat ingin mengetahui ada apa di balik misteri stupa tersebut. Menurutnya mungkin ini peramakali ada yang terjepit di dalam stupa sejak candi itu dibangun.

Pengunjung lainnya juga langsung menuju ke stupa di lantai tiga itu setelah bertanya kepada penjaga. “Ya saya penasaran banget,” kata Nugroho asal Surabaya yang kebetulan sedang berlibur. Ia bersama sejumlah temannya sengaja menuju stupa itu. Katanya banyak sekali orang yang mendatangi stupa itu.

Bagaimana ihwal kepala manusia bisa masuk dan terjepit di dalam stupa itu? Kepala seorang bocah balita masuk di salah satu lubang stupa Candi Borobudur berukuran 30 x 30 centimeter. Satu dari 73 stupa candi itu berada di lantai tiga (bagian Arupadhatu), tepatnya bagian selatan candi sebelah stupa kuntho bimo, Minggu (27/6/2010)

Bocah balita itu adalah Maila (4), anak dari Tri Wahyuningsih (35) warga Dusun Ungaran RT 07/ RW III, Desa Ketep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Malia secara tidak sengaja masuk dan terjepit ketika orang tuanya ingin merogoh patung yang ada dalam stupa.

Kepala Balai Konservasi Peningalan Candi Borobudur Marsis Sutopo menceritakan, awalnya Maila bersama rombongan keluarganya ingin menjenguk Budi Rahayu (45), guide yang juga warga sekitar candi, korban kecelakaan flying fox di Kompleks Taman Wisata Candi Borobudur Jumat 25 Juni lalu.

“Namun, sebelum melayat pamannya, Maila lebih dulu bersama keluarga mengendarai mobil kijang berwarna merah mampir ke kawasan wisata candi,” kata Marsis saat dikonfirmasi detikcom di sela-sela acara pemilihan duta wisata Magelang di pelataran Aksobia Kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Setelah sampai di atas candi (lantai tiga), bagian Arupadhatu Tri Wahyuningish, ibu Maila ingin merogoh salah satu stupa yang di dalamnya ada patung Buddha.

“Namun, saat ibunya merogoh dan melepaskan, anaknya ikut penasaran merogoh dan tiba-tiba kepalanya masuk di lubang stupa berbentuk belah ketupat paling bawah dan tidak bisa keluar lagi,” tegas Marsis.

Akhirnya, anak itu histeris dan menangis setelah tidak berhasil mengeluarkan kepalanya dari dalam lubang stupa. Kedua orang tua korban histeris dan petugas keamanan dari PT Taman Wisata Candi Borobudur (PT TWCB) pun datang untuk memberikan pertolongan.

“Setelah selama satu jam lebih, petugas keamanan candi dan polisi berusaha melakukan pertolongan. Kepala bocah itu berhasil dikeluarkan dengan luka di bagian jidat kepala dan langsung dilarikan ke RSUD Magelang,” tegas Marsis. Setelah dilakukan perawatan medis, akhirnya satu jam kemudian, bocah malang itu diperkenankan pulang oleh pihak rumah sakit. Wakaka…kaka ono-ono wae….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: