Mengenalkan Magelang, Jelajah Sampai Aceh

SETELAH menempuh perjalanan sejauh 7.250 kilometer, pergi-pulang Magelang ke NAD (Nanggroe Aceh Darussalam), selama 42 hari, Senin (2/8) kemarin, M Ainurrohman (34) atau disapa Maman dan Narwan (43), telah tiba kembali di kampung halamannya. Berbekal skuter keluaran tahun 1977, keduanya menempuh perjalanan panjang dari Magelang ke Kota Sabang, NAD. Dilepas Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Magelang, Drs Dian Setya Dharma, mereka bertolak ke NAD, Senin (21/6) silam.

”Sebenarnya kami sudah sampai di Magelang Minggu (1/8) sekitar pukul 19.30, disambut teman-teman skuteris di alun-alun Magelng lalu diarak sampai base camp di wilayah Tempuran,” kata Narwan, usai diterima Dian Setya Dharma. Dalam perjalanan berlabel ’d Sabang 0 Km A Journey of Brother Scooter Magelang, on June-July 2010’ itu, Ainurrohman dan Narwan juga mengemban misi masyarakat Magelang. Yakni, mempromosikan dunia pariwisata di daerah yang disinggahi.

Satu hal penting yang mereka promosikan adalah lokasi Candi Borobudur itu di Kabupaten Magelang. ’’Kebanyakan warga Sumatera belum tahu, dan menduga bahwa Candi Borobudur berada di Yogyakarta,’’ tutur Narwan. Guru SD itu menyebut tiga hal yang menjadi kesan perjalanannya, yakni membanggakan, membahayakan dan menyedihkan. Bangga karena bisa melakukan perjalanan yang tidak biasa dilakukan oleh orang kebanyakan.

Dalam beberapa kesempatan, dia juga mengakui apa yang dilakukannya sangat membahayakan karena sering melintasi hutan belantara di daratan Sumatera. Bahkan perjalanan hingga lima jam tanpa teman kendaraan adalah menjadi hal biasa. Tidak ada listrik, tidak ada penduduk, bahkan tak ada sinyal HP dan rawan serangan binatang buas.

Pengalaman menyedihkan, ketika kendaraan sempat ngadat dalam perjalanan. Malang, ada suku cadang yang harus diganti namun susah untuk memperolehnya. Mereka terpaksa mengandalkan teman skuteris dari Sumatera untuk membantu menarik skuternya yang mogok. ”Untuk mendapatkan suku cadang, kami harus menempuh jarak yang panjang, 750 kilometer. Setelah berkendaraan selama tiga hari tiga malam, kami baru bisa menemukan toko yang menjual onderdil yang kami butuhkan,” tuturnya.

Pada 11 Juli, mereka tiba di titik nol Kota Sabang dengan nomor kunjungan 30.209 untuk Narwan dan 30.210 bagi Ainurrahman. Sesuai kebijakan walikota setempat, mereka menerima penghargaan sebagai orang yang menginjakkan kaki di bumi sana. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Drs Dian Setia Dharma memberikan apresiasi atas usaha mereka ikut mempromosikan wisata Kabupaten Magelang ke berbagai daerah. ’’Semoga hal ini memberi semangat pada warga yang lain,’’ katanya. TB-skh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: