Magelang – Ciptakan Pembangkit Listrik Tenaga Angin

MAGELANG – Ir Widjaya Widjanarka N MT, dosen STMIK Bina Patria Magelang menjadi juara pertama ajang riset unggulan daerah (RUD), Kota Magelang tahun 2010 yang diselenggarakan Kantor Penelitian Pengembangan dan Statistik setempat. Proposalnya berjudul ’Pembangkit Listrik terbarui hybrid convertible tenaga angin dan matahari untuk lampu penerangan yang tidak terganggu kondisi listrik byar pet PLN,’ ini, meraih nilai tertinggi 425,74.

Wijaya mengatakan, dalam proposalnya tersebut, dirinya bersama beberapa mahasiswa STMIK Bina Patria Magelang, melakukan penelitian dan riset dari hasil temuannya pada 2007 lalu yakni pembangkit listrik tenaga angin dengan menggunakan komponen lokal.

Penemuan kemudian dikembangan dengan memadukan matahari sebagai sumber energi listrik. ’’Pembangkit listrik tenaga angin yang saya temukan sebelumnya, kemudian saya kembangkan dipadukan dengan listrik tenaga matahari (hibryd). Jika tidak ada angin, maka bisa menggunakan tenaga matahari untuk menghasilkan energi listrik,’’ katanya.

Menurutnya, pengunaan bahan lokal berupa alumunium untuk kincir angin karyanya tersebut, selain dapat menghemat proses pembuatan, juga memudahkan perawatannya. Kincir angin karyanya tersebut sangat cocok untuk kondisi daerah geografis Magelang yang merupakan dataran rendah. Selain itu, kincir angin bisa dipasang pada ketinggian 15 meter, dengan kecepatan angin rendah dan sedang.

Sumber listrik yang dihasilkan tenaga angin tersebut, kemudian disimpan pada bateray accu. ’’Kincir angin ini prototipenya berbeda dengan kincir angin biasanya yang menggunakan empat baling-baling. Tetapi mengunakan 12 baling-baling,’’ kata Wijaya yang juga Ketua Jurusan Teknik Informatika STMIK Bina Patria.

Ia menjelaskan, untuk melakukan penelitian tersebut dirinya menghabiskan dana Rp 23 juta. Sedangkan untuk menyempurnakan karyanya, mendapat bantuan penelitian dari Pemkot Magelang sebesar Rp 15 juta. ’’kekurangan saya tutup dari uang pribadi dan bantuan STMIK Bina Patria tempat saya mengajar,’’ katanya.

Wijaya menjelaskan untuk memaksimalkan solar cel menyerap sinar matahari, maka harus dilengkapi panel kaca pemantul. ’’Matahari bersinar penuh mulai pukul 10.00-14.00. Dengan menggunakan panel kaca pemantul maka solar cel bisa menyerap sinar matahari pada pagi hari mulai pukul 06.00 dan sore hari sesudah pukul 14.00,’’ kata Wijaya .

Anak pertama dari empat bersaudara putra pasangan M Natasaputra SH MSi dengan Sari Puspitasari berprinsip, angin, matahari dan air yang berlimpah harus bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan umat manusia. Karya temuannya tersebut akan dijadikan proyek percontohan oleh Pemkot Magelang bagi kelangsungan UMKM yang ada di kota tersebut. ’’Untuk hak paten, sudah didaftarkan dan saat ini masih dalam proses di Kehakiman dan HAM,’’ ujar alumnus S-2 Teknik Elektro, UGM ini. Ias-skh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: